Kereta api adalah moda transportasi favorit saya sejak
kecil. Perjalanan naik kereta api itu rasanya menyenangkan sekali, meski harus
naik kereta kelas ekonomi yang berdesak-desakan kala itu.
Maklum saja, waktu kecil saya suka mabuk perjalanan
apalagi kalau naik mobil atau bis, bikin susah mama saja. Ndeso tenan, kalau
kata si papah, hahaha.. Tapi kalau naik kereta api saya tidak pernah
mabuk dan ketagihan. Seiring bertambahnya usia saya tidak lagi mabuk
perjalanan, karena ditambah rasa malu juga sih kalau saya pergi bersama
teman-teman sampai mabuk segala :D
Rupanya kecintaan saya dengan kereta api menular ke
Tangguh. Apalagi sejak dia mulai bisa berjalan dan bicara lancar, selalu yang
diceritakan soal naik kereta api di stasiun. Apalagi serial favoritnya Thomas
and his friends. Hampir semua kereta yang ditemuinya diberi nama teman-temannya
Thomas. Kebetulan juga orang tua saya tinggal di Jogja, jadi kereta api adalah
moda transportasi mudik favorit.
Sejak umur sebulan Tangguh sudah naik kereta api dari
Jogja ke Jakarta. Maklum, waktu itu saya melahirkan di kampung halaman. Sejak
itu entah berapa kali kami bolak-balik naik kereta api. Bukan cuma ke Jogja,
kadang ke Bandung pun, ke rumah mbah buyutnya (mbah saya), saya lebih memilih
naik kereta api ketimbang travel. Memang sih waktu tempuhnya lebih lama
ketimbang naik travel. Bahkan, saya juga sering mengajak Tangguh naik KRL
Commuterline untuk menghemat waktu tempuh berkeliling Jakarta dan sekitarnya.
Tangguh termasuk anak yang suka traveling dan suka
bertemu dengan orang baru, hampir gak pernah rewel apalagi bosan. Tapi, kadang
dia tidak bisa duduk diam sepanjang perjalanan. Nah, kalau naik kereta api kan
dia bisa leluasa berjalan-jalan di lorong saat sedang bosan atau duduk di bawah
sambil mainan. Nah, kalau misalnya naik mobil angkutan/travel atau bus kan
sulit tuh, risiko rewelnya pasti lebih gede, bisa membuat mood jalan-jalan saya
ikutan rusak. Ya kecuali kalau kita naik bis atau mobil rombongan, lumayan
banyak yang ikutan momong jadi saya tenang deh.
Dulu sih sebelum Tangguh bisa jalan saya gak berani
deh naik kereta berduaan aja, kebayang rempong abis.. Pasti pengennya dititah
kalau jalan-jalan, belum lagi kalau kebelet mau ke WC. Rasanya horor banget
bawa anak kecil dalam perjalanan jauh sendirian. Makanya saya pasti harus
ditemani suami, adik, mamah atau ibu mertua. Tapi seiring dengan
bertambahnya usia, sekarang saya berani jalan-jalan berdua saja dengan Tangguh
ke Bandung dan ke Jogja, naik kereta api tentunya.
Modalnya cuma tas backpack, baby wrap/gendongan depan
dan tentunya santai saja. Saya cukup beruntung Tangguh tidak suka neko-neko di
jalan, bawaan pun ringkes, paling cuma bawa baju ganti saja 2 pasang, aneka
camilan dan mainan jangan sampai lupa. Semenjak buka diapers beberapa bulan
lalu, barang bawaan pun terasa lebih enteng karena gak perlu bekal clodi lagi.
Urusan makan pun gampanglah, bisa beli di stasiun atau bawa bekal yang simpel.
Untungnya lagi semenjak disapih, Tangguh tidak minum
susu dari dot ya sudah jadilah saya cukup membawa susu UHT kotak kecil. Tapi
biasanya malah gak keminum karena dia lebih pilih air putih atau jus. Sementara
itu buat baju-baju lainnya biasanya saya memilih menggunakan jasa paket saja,
lebih ringkas dan langsung sampai rumah.
Next, saya harus bawa Tangguh naik pesawat nih berdua
saja. Mumpung saya belum punya anak lagi, jadi saya mau “honeymoon” dulu
dengan Tangguh mengingat ayahnya susah banget disuruh ambil cuti buat liburan :(
Ada juga disini: http://mommiesdaily.com/2013/12/11/we-love-train-travel/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar